[Pembahasan Lengkap] 4 Kalimat Pengandaian Bahasa Inggris

| |

Kalimat pengandaian Bahasa Inggris seringkali membingungkan untuk sebagian orang. Banyaknya tipe dan beragam penggunaannya sangat sulit untuk dipahami. Apalagi cara belajar orang Indonesia masih banyak yang “menghapal” daripada “memahami”.

Dalam kesempatan ini, saya akan membahas tentang pengertian, tipe, penggunaan, contoh, dan struktur kalimat pengandaian dalam Bahasa inggris untuk membuat kamu lebih memahaminya lagi.

Pengertian kalimat pengandaian dalam Bahasa Inggris

Kalimat pengandaian biasa juga disebut dengan if conditional atau conditional sentences adalah kalimat yang digunakan untuk menyatakan harapan, mimpi, keinginan, rencana, saran, kritik, memberikan peringatan, tawaran dan ancaman.

Yang harus kamu perhatikan dalam kalimat pengandaian adalah dua buah kalimat yang menyusunnya, yaitu induk kalimat (main clause) dan anak kalimat (if-clause).

Induk kalimat (main clause) adalah kalimat yang memiliki arti yang lengkap, dapat berdiri sendiri.

Anak kalimat (if-clause) adalah kalimat yang nggak memiliki arti yang lengkap, nggak dapat berdiri sendiri.

Penggunaan kalimat pengandaian sangat berkaitan dengan sebuah keadaan (dalam main clause) yang dapat terjadi JIKA kondisi tertentu (dalam if-clause) terpenuhi.

Dengan kata lain, keadaan di dalam main clause sangat tergantung pada apa yang terjadi terhadap kondisi tertentu dalam if-clause.

Perhatikan contoh di bawah ini:

If I have enough time, I will watch TV every evening.” (Jika aku punya waktu yang cukup, aku akan menonton TV setiap malam).

Dalam kalimat di atas, “if I have enough time” menunjukan sebuah kondisi atau keadaan orang yang berbicara; sedangkan “I will watch TV every evening” menunjukan hasil dari kondisi tersebut.

Pada kondisi dalam if-clause juga ada yang dinamakan dengan open condition (kondisi yang nyata atau mungkin menjadi kenyataan) dan unreal condition (kondisi yang nggak nyata atau imajinasi saja).

Language notes:
Kita bisa menukar posisi anak kalimat dengan induk kalimat, tanpa mengubah arti dan maknanya. Contoh: “I watch TV every evening if I have enough time.”

4 Tipe kalimat pengandaian dalam Bahasa Inggris

Dalam Bahasa Inggris, kalimat pengandaian memiliki 4 tipe, yaitu:

  1. Kalimat pengandaian tipe 0
  2. Kalimat pengandaian tipe 1
  3. Kalimat pengandaian tipe 2
  4. Kalimat pengandaian tipe 3

Mari kita bahas bagaimana perbedaan diantara setiap tipe lebih detail lagi.

Kalimat pengandaian tipe 0

Kalimat pengandaian tipe 0 ini digunakan untuk menyatakan suatu kondisi yang sudah pasti terjadi, fakta yang diketahui banyak orang. Misalnya, fakta tentang besi yang memuai jika terkena panas; atau tanah yang basah saat hujan turun.

Contoh kalimat pengandaian tipe 0:

“If you heat iron, it expands.” (jika kamu memanaskan besi, maka ia memuai.)

“When it rains, the ground gets wet”

Bedasarkan contoh di atas, tenses yang digunakan adalah present tense+present tense, maka dapat disimpulkan struktur kalimat pengandaian tipe 0 adalah:

if…+present….+present.

When…+present…+present

Language notes:
Kamu juga bisa menggunakan continuous (progressive) tense. Contohnya: “If you are practising on the drums, I’m going out.” (jika kamu sedang belajar bermain drum, aku main aja deh).

Kalimat pengandaian tipe 1

Kalimat pengandaian tipe 1 ini biasa digunakan untuk menyatakan suatu keadaan/kondisi yang kemungkinan besar/kamu yakini, akan terjadi di masa yang akan datang.

Contoh kalimat pengandaian tipe 1:

“If it rains, the reception will take place indoors.” (Jika hujan turun, resepsinya akan digelar di dalam ruangan)

Kalimat di atas berarti hujannya belum turun saat kamu mengucapkan kalimatnya, tapi kamu yakin hari itu akan turun hujan.

Untuk struktur kalimat pengandaian tipe 1 adalah:

if….+present….+will

Language notes:

Kamu bisa menggunakan continuous (progressive) tense dalam anak kalimat. Misalnya: “If we are having ten people to dinner, we will need more chair”(Jika kita mempunyai 10 orang yang akan makan malam, kita akan membutuhkan tambahan kursi)

Kamu juga bisa menggunakan MODAL VERB di induk kalimat. Misalnya: “If we miss the train, we can get the next one” (jika kita ketinggalan keretanya, kita bisa menggunakan kereta berikutnya)

Kalimat pengandaian tipe 2

Kalimat pengandaian tipe 2 sedikit membingungkan karena apa yang ditulis memiliki arti yang berbeda dengan fakta saat kamu berbicara. Tipe kedua ini berhubungan dengan kondisi atau keadaan yang nggak mungkin terjadi, baik sekarang atau di masa yang akan datang.

Contoh kalimat pengandaian tipe 2:

“If I had lots of money, I would travel round the world” (jika aku mempunyai banyak uang, aku akan berpergian mengelilingi dunia)

Dalam kalimat di atas, fakta sebenarnya adalah kamu nggak mempunyai banyak uang sama sekali saat berbicara. Jadi kamu hanya sedang berandai-andai mempunyai uang yang banyak.

Struktur kalimat pengandaian tipe 2 berdasarkan kalimat di atas adalah:

if….+past….+would

Kunci dari kalimat pengandaian tipe 2 adalah past tense yang digunakan untuk menunjukan kondisi/keadaan yang nggak nyata.

Selanjutnya, kalimat pengandaian tipe 2 juga digunakan untuk menyatakan kondisi yang belum tentu akan terjadi di masa depan namun kemungkinannya sangat kecil.

Misalnya kamu dan temanmu berencana untuk pergi ke Bandung saat liburan sekolah bulan Mei nanti naik kereta. Kemudian temanmu membayangkan jika kalian naik kereta pertama, kalian akan tiba di Bandung saat waktu makan siang.

Kalimat yang diucapkan oleh temanmu kurang lebih jadi seperti ini:

“If we caught the early train, we would be in Bandung by lunch time” (jika kita menaiki kereta pertama, kita akan tiba di Bandung saat waktu makan siang).

Singkatnya, kalian nggak yakin bisa mengejar kereta yang pertama, karena jarak dari rumah ke stasiun terlalu jauh, misalnya.

Kalimat pengandaian tipe 2 juga bisa digunakan untuk menyatakan kondisi yang mungkin terjadi di masa lalu.

Misalnya kamu dulu tinggal di dekat sebuah perpustakaan, otomatis jika kamu ingin membaca buku  kamu tinggal pergi ke perpustakaan itu saja. Kemudian saat kamu ingin menceritakan hal ini pada temanmu, kamu bisa menggunakan kalimat seperti ini:

“If I wanted a book, I would go and get one in the library.”

Selain itu, bisa juga digunakan untuk menyatakan kalimat pengandaian tipe 1 yang terjadi di masa lampau.

Contohnya:

Tipe 1: “If you accept the invitation, you will regret it.”

Tipe 2: “I told you that if you accepted the invitation, you would regret it. Now you are regretting it, aren’t you?”

Dalam konteks di atas, kamu sudah menerima undangannya dan menyesal karena telah menerimanya. Padahal sebelumnya, temanmu sudah memperingatimu.

Terakhir, kalimat pengandaian tipe 2 juga bisa digunakan untuk meminta pertolongan secara sopan. Contohnya:

“If you wouldn’t mind holding the line, I’ll try to put you through” (Jika kamu nggak keberatan menunggu sebentar, aku akan menghubungkanmu langsung dengan orang yang kamu tuju)

Language notes:
Kalimat pengandaian tipe 2 juga bisa digunakan untuk menyatakan permintaan secara lebih sopan.

Seperti past tense, kamu juga bisa menggunakan past continuous (past progressive) tense dan could. Contohnya: If the sun was shining, everything would be perfect.

Dan kita juga bisa menggunakan MODAL VERB yang lain, selain would. Contohnya: If I had a light, I could see what I’m doing.

Kalimat pengandaian tipe 3

Kalimat pengandaian tipe 3 digunakan untuk menjelaskan bahwa kondisi/keadaan sekarang bisa jadi berbeda jika kondisi di masa lalu berubah. Singkatnya, untuk menyatakan keadaan yang nggak pernah terjadi di masa lalu.

Contoh kalimat pengandaian tipe 3:

“If you had taken a taxi, you would have got here in time” (Jika saja kamu berangkat naik taksi, kamu pasti sampai di sini tepat waktu)

Faktanya, kamu nggak berangkat naik taksi, dan kamu datang terlambat ke tempat tujuan. Orang yang berbicara padamu sedang membayangkan yang akan terjadi jika kamu berangkat naik taksi.

Struktur kalimat pengandaian tipe 3 adalah:

 If….+ past perfect… + would + past perfect

Language notes:

kita juga bisa menggunakan could+perfect dalam anak kalimat (if-clause)

Sama seperti sebelumnya, MODAL VERB juga bisa digunakan dalam induk kalimatnya.

Kita bisa menggabungkan tipe 2 dan 3 bersamaan. Contohnya: “If you hadn’t woken me up in the middle of the night, I wouldn’t feel so tired now.”

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa bentuk kata kerja (tenses) juga berpengaruh terhadap makna kalimatnya. Artinya, kamu harus memahami dengan baik bagaimana tenses dalam setiap tipe kalimat pengandaian.

Tenang, saya sudah membuat prinsip dasarnya, jadi kamu tinggal mengingatnya saja.

Secara umum, tenses yang digunakan dalam kalimat pengandaian tergantung pada kondisinya. Jika kondisinya masih mungkin terjadi, gunakan present tense untuk menyatakan kondisi di masa yang akan datang (if I have enough time); jika kondisinya tidak mungkin terjadi (unreal) gunakan past tense (if I had enough time) dan “would” (I would watch TV every evening).

Oh iya, dalam kebanyakan contoh di atas saya menyimpan anak kalimat (if-clause) di depan. Namun, sebenarnya anak kalimat (if-clause) juga bisa disimpan di belakang. Contohnya:

“the ground get wets if it rains.”

Jika strukturnya seperti ini, jangan gunakan koma (,) setelah induk kalimat (main clause).

Rangkuman materi kalimat pengandaian Bahasa Inggris:

Tipe Kalimat Pengandaian Struktur Kalimat (Formula) Penggunaan
Kalimat pengandaian tipe 0 If….+present….+present Untuk menyatakan suatu kondisi yang sudah pasti terjadi dan fakta yang diketahui banyak orang
Kalimat pengandaian tipe 1 If….+present…+will Untuk menyatakan kondisi yang kemungkinan besar akan terjadi di masa depan
Kalimat pengandaian tipe 2 If…+past….+would Untuk menyatakan kondisi yang nggak mungkin terjadi Kondisi yang  mungkin terjadi di masa lalu Polite request
Kalimat pengandaian tipe 3 If…+past perfect…+would+past perfect Untuk menjelaskan bahwa kondisi/keadaan sekarang bisa jadi berbeda jika kondisi di masa lalu berubah

Buat yang mau versi pdf-nya, bisa klik di sini.

Sekian pembahasan mengenai kalimat pengandaian Bahasa Inggris, jangan lupa terus belajar dan mencari ilmu sampai kapanpun.

Sumber:

Oxford guide to grammar english
https://www.grammarly.com/blog/conditional-sentences/

Previous

Soal SBMPTN 2017 Bahasa Inggris (15 Nomor)

Materi Lengkap Idiom Dalam Bahasa Inggris: 100+ Contoh Dan Artinya

Next

Tinggalkan komentar