Permasalahan dalam Mempelajari Pronoun yang sering terjadi

| |

Permasalahan dalam mempelajari pronoun banyak dialami orang-orang dan pelajar otodidak. Hal ini dikarenakan, pronoun dan noun mempunyai tugas yang sama dalam kalimat: menjadi subjek.

Untuk itu, saya akan mencoba memberi tahu apa kesalahan yang sering dijumpai saat mepelajar pronoun dan bagaimana cara mengatasinya.

Pronoun-antecedent agreement

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tugas pronoun adalah untuk menggantikan noun. Dalam istilah grammar, noun tersebut dinamakan dengan antecedent.

Artinya, antecedent adalah kata benda/orang/sesuatu (noun) yang digantikan oleh pronoun.

Dalam sebuah kalimat maupun ketika berbicara, antara antecedent dengan pronoun harus nyambung, terutama berkaitan dengan singular dan plural antecedent-pronoun.

Perhatikan kalimat ini:
Each person must take their book from the library

Dalam kalimat di atas, pronoun nya adalah their dan antecedent nya adalah person. Ada kesalahan dari segi grammar dalam kalimat di atas.

Kenapa?

Karena their adalah plural possessive pronoun yang artinya ditujukan untuk sesuatu yang jumlahnya lebih dari satu

sedangkan person berarti satu orang.

Maka, untuk membuat kalimat “each person must take their book from the library” menjadi benar secara grammar, harus diubah pronoun atau antecedent nya.

Jika yang diubah adalah pronoun nya, maka kalimat yang benar adalah seperti ini:

everyone must take his or her book from the library”

jika yang diubah adalah antecedent nya, maka kalimat yang benar adalah seperti ini:

all the students must take their books from the library”

kita juga harus memperhatikan antara jumlah noun-nya dan pronoun-nya serta dalam hal gender-nya. Karena ada aturan singular dan plural noun serta singular-plural pronoun.

Menambahkan apostrophe (‘) ketika menggunakan possessive pronoun

Kadang-kadang, baik disadari maupun ngga, sebagian orang menambahkan apostrophe pada possessive pronoun. Yang mana pada akhirnya malah membuat rancu kalimatnya.

Contohnya:

Salah Benar
Is that you’re car? (apakah itu kamu seorang mobil?) is that your car? (apakah itu mobil milikmu?)
Their my best friend (milik mereka sahabat terbaikku) They’re my best friend (mereka adalah sahabat terbaikku)
Don’t judge a book by it’s cover (jangan menilai sebuah buku dari itu adalah cover-nya) Don’t judge a book by its cover (jangan menilai sebuah buku dari cover-nya)

Jangan lupa bahwa penggunaan apostrophe dalam possessive pronoun adalah sesuatu yang ngga boleh dilakukan, karena itu justru merubah makna dan bentuknya.

Kata seperti they’re, it’s, you’re merupakan singkatan dalam simple present tense yang berasal dari they are, it is, dan you are.

Antecedent yang ngga jelas

Selain harus nyambung, antecedent dalam pronoun juga harus lah jelas. Jelas siapa/yang mana/di mana antecedent-nya.

Contohnya:

A key difference between banking crises of today and of yesterday is that they have a greater global consequence. (perbedaan yang menjadi kunci antara krisis bank hari ini dan kemarin adalah mereka sama-sama memiliki konsekuensi global yang lebih tinggi).

Dalam kalimat di atas belum jelas mana krisis yang memiliki konsekuensi lebih tinggi? Apakah krisis yang hari ini atau justru krisis yang kemarin?

Untuk membuatnya menjadi jelas, maka kita bisa menggunakan noun sebagai penjelasnya.

Jika kalimat di atas ditambahkan noun, maka akan menjadi seperti ini:

A key difference between banking crises of today and yesterday is that today’s crises have greater global impact. ( perbedaan yang menjadi kunci antara krisis bank hari ini dan kemarin adalah krisis hari ini memiliki konsekuensi global yang lebih tinggi).

Lebih jelas lagi kan?

Diambil dari sini

Subject Pronoun yang ngga jelas

Jika sebelumnya antecedent-nya yang ngga jelas, ada juga kasus di mana subject pronoun-nya yang ngga jelas.

Contohnya:

Pope Gregory VII forced Emperor Henry IV to wait three days in the snow at Canossa before granting him an audience. It was a symbolic act. (Pope Gregory VII memaksa Kaisar Henry IV untuk menunggu selama tiga hari dalam kepungan salju di daerah Canossa sebelum memberikannya audiensi. Itu merupakan aksi simbolik).

Dalam kalimat di atas pronoun “it” ngga jelas menggantikan apa.

Diambil dari sini

Akhirnya kita sudah benar-benar sampai di akhir bab tentang pronoun ini.

Dengan mengetahui jenis-jenis pronoun dan permasalahan dalam mempelajari pronoun yang sering terjadi, mudah-mudahan akan memudahkan kamu dalam memahami pronoun.

Silahkan lanjutkan ke bagian latihan soal untuk menguji pengetahuan mu.

Previous

Mari Belajar Pronoun Bahasa Inggris Secara Lengkap

Soal Latihan Pronoun

Next

Tinggalkan komentar