8 Perubahan Aturan Grammar Bahasa Inggris Dalam 10 Tahun Terakhir

| | ,

Siapapun tahu kalau grammar itu penuh dengan aturan yang harus ditaati untuk mendukung kemampuan berbahasa inggrisnya. Tapi ternyata grammar nggak sekaku itu kok, ada perubahan aturan grammar bahasa inggris dalam 10 tahun terakhir. Yah pada akhirnya grammar tetap saja bagian dari bahasa. Sedangkan bahasa sendiri sifatnya dinamis alias selalu berubah-ubah menyesuaikan dengan budaya dan kebiasaan penggunanya.

Saya juga yakin setiap bahasa yang masih digunakan untuk berkomunikasi oleh manusia pasti terus berkembang dan berubah menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Dalam konteks Bahasa Inggris, berikut ini adalah 8 perubahan aturan grammar tersebut:

They untuk kata ganti singular

Pernahkah kamu membaca kalimat dalam Bahasa Inggris yang di dalamnya ada kata “he or she” untuk tujuan menggeneralisasi maupun merujuk pada seseorang yang gak diketahui jenis kelaminnya? Misalnya “Each of student bought he or she books yesterday.”

Menurut American Psychology Association (APA) blog, kita dapat menggunakan pronoun “they” untuk mengganti phrase “he or she” tadi. Tujuannya agar bahasa yang kita gunakan mempunyai kesan lebih menghormati dan menghargai soal kesetaraan gender. Dalam Bahasa Indonesia sendiri kita mengenal kata ganti “dia atau ia” untuk merujuk seseorang yang gak diketahui jenis kelaminnya.

Perubahan dalam penggunaan hyphen (tanda penghubung) “-”

Tanda penghubung “-” sendiri mungkin—sedikit atau banyak—sering kita gunakan saat menulis atau mencatat sesuatu. Saya sendiri kadang nggak mengetahui kenapa menggunakan tanda ini, semuanya seolah-olah otomatis saya ketahui. Ada 3 perubahan dalam penggunaan tanda penghubung “-” yang harus kamu tahu sekarang:

Menghilangkan tanda penghubung “-” untuk compound modifier

Compound modifier adalah dua buah modifier atau lebih yang memodifikasi sebuah noun. Dalam aturan grammar, compound modifier sendiri dianggap sebagai sebuah katameski terdiri dari dua kata atau lebih.

Nah sebuah organisasi yang mengatur gaya dan pemakaian grammar Bahasa Inggris di Amerika yaitu Associated Press Stylebook (AP), merekomedasikan tanda penghubung ini lebih baik dihilangkan saat digunakan dalam compound modifier jika dapat membingungkan pembaca.

Contohnya dalam compound modifier “first-quarter” menjadi “first quarter”.

Menghilangkan tanda penghubung “-” untuk identitas keturunan (asal negara)

Saat ini isu mengenai SARA benar-benar menjadi perhatian banyak orang. Dengan menjungjung setiap manusia itu sama pada hakikatnya, Bahasa secara perlahan diatur dan diubah untuk merefleksikan hal tersebut. Seperti penghilangan tanda penghubung “-” untuk identitas keturunan ini.

Contoh perubahan aturan ini: dari “Asian-American” menjadi “Asian American”

Di Amerika sana, AP Stylebook membuat perubahan mengenai hal ini. Gagasan utamanya karena tanda penghubung “-” justru memberi kesan bias karena memberkan bobot yang sama dalam kata di kedua sisi tadi. Padahal ada kemungkinan dua kata tadi gak merefleksikan orangnya sama sekali.

Menghilangkan tanda penghubung “-” jika ada kombinasi dua huruf E dalam satu kata

Pernah kan baca kata “pre-election” atau “re-enter” dan sejenisnya? Nah, masih menurut AP Stylebook, mereka menyarankan agar penggunaan tanda hubung dalam kata-kata tersebut dikurangi.

Jangan menggunakan “black” atau “white” untuk menunjukan seseorang

Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahasa berkembang mengikuti kebiasaan dan budaya penggunanya. Kampanye anti-rasis sedang digalakan di dunia karena masih saja ada yang membedakan orang berdasarkan warna kulitnya.

Stigma-stigma negatif peninggalan sejarah sudah harus ditinggalkan, salah satu caranya dengan menghilangkan “julukan” dalam bahasa yang mempunyai konotasi buruk. Contohnya kata “black” yang merujuk orang-orang kulit hitam dan “white” yang merujuk orang-orang kulit putih dalam Bahasa Inggris.

Sekarang kamu bisa mengawali kalimat menggunakan coordinating conjunction

Sejak jaman kuliah saya sudah diajarkan bahwa sebisa mungkin jangan menggunakan coordinating conjunction di awal kalimat, alasannya karena kurang formal. Sedangkan bahasa dalam bentuk tulisan itu kebanyakan konteksnya formal.

Namun sekarang, Benjamin Dreyer seorang penulis buku berjudul Dreyer’s English: An Utterly Correct Guide to Clarity and Style mengatakan bahwa coordinating conjunction justru menimbulkan kesan yang lebih lembut untuk membuka kalimat. Meskipun tetap saja kita harus berusaha menggunakan kata yang efektif lebih dulu.

Selalu gunakan tanda “%” setelah angka untuk persentase

Dalam American Copy Editor Conference, melansir dari laman rd.com, dikatakan bahwa penulisan “percent” atau “percentage” sekarang sudah ketinggalan jaman. Sebaliknya, penggunaan tanda “%” setelah angka untuk menunjukan persentase.

“WHOM” sudah mulai menghilang dewasa ini

Saya kira banyak dari kita, para pembelajar Bahasa Inggris yang amat sangat jarang menemukan kalimat dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan “whom” dalam buku pelajaran maupun tutor-tutor.

Bahkan di negara-negara yang menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi pun sangat jarang digunakan. Seorang linguist, Oscar Tay mengatakan bahwa “whom” mulai menghilang karena saat menggunakannya mulai terasa kuno dalam saat ini.

Kesimpulan

Buat kamu yang menyukai Bahasa Inggris, saran saya harus mengikuti perkembangan yang ada dalam dunia bahasa inggris. Entah itu perubahan aturan, gaya penulisan, penggunaan kata-kata tertentu, agar nggak tertinggal dari native speaker.

Nah itu lah 8 perubahan aturan grammar bahasa inggris dalam 10 tahun terakhir. Untuk informasi lebih lengkap kunjungi sumbernya langsung di sini ya!

Previous

9 Phrase Bahasa Inggris Yang Mubazir Dan Sering Kita Gunakan

Tinggalkan komentar