[Pembahasan Lengkap] Belajar Verb Dalam Bahasa Inggris

| |

Setelah sebelumnya membahas tentang noun, kali ini kita akan membahas verb dalam bahasa inggris, sebagai part of speech maupun sebagai bagian dari kalimat.

Kenapa membahas verb bukan pronoun atau yang lainnya? 

Alasannya karena verb merupakan salah satu elemen penting dalam bahasa inggris yang wajib diketahui.

Coba tengok postingan saya tentang sentence elementdi sana saya sebutkan bahwa sebuah kalimat harus memiliki subject dan verb. 

Pengertian Dan venis verb dalam bahasa inggris

Verb adalah kata yang menyatakan sebuah keadaan atau sebuah kegiatan yang dilakukan oleh subjek.

Berdasarkan pengertian di atas, verb kemudian dibagi menjadi dua jenis yaitu stative verb dan dynamic (action) verb.

Stative Verb

Stative verb adalah kata yang menyatakan sebuah keadaan subjek di dalam kalimat.

Keadaan? Maksudnya apa ya?

Keadaan di sini adalah sesuatu yang nggak tampak bentuknya tapi bisa dirasakan. Jadi nggak bisa diobservasi maupun disentuh langsung oleh kita.

“Keadaan” di sini dibagi lagi menjadi lima kategori, yaitu:

  1. Feeling (perasaan) contohnya: like dan love etc.
  2. Thinking/believing: (pemikiran/kepercayaan) contohnya: think dan understand etc.
  3. Wants & preferences (keinginan dan pilihan) contohnya: prefer dan want etc.
  4. Perception & senses (persepsi dan rasa) contohnya: hear dan see etc.
  5. Being/seeming/having/owning contohnya: appear, seem, belong etc. 

Jadi contoh dari stative verb adalah: like, love, think, seem, belong, etc.

Dynamic Verb (Action Verb)

Dynamic atau action verb biasanya adalah kata yang menyatakan aksi atau kegiatan subjek di dalam kalimat.

Aksi atau kegiatan di sini harus mempunyai awal dan akhir. Dengan kata lain bukan aksi yang berlangsung selamanya.

Selain itu, aksi atau kegiatan di sini juga harus bisa diobservasi atau dilihat secara langsung.

Contohnya: run, eat, kick, punch, etc. 

Sebagian besar verb dalam bahasa inggris merupakan dynamic (action) verb. Maka seharusnya kamu sudah sering menjumpai nya di dalam kelas maupun kehidupan sehari-hari.

Selain memiliki dua jenis, verb juga memiliki bentuk-bentuk yang berbeda.

Ingat ya jenis dan bentuk itu berbeda, dan saya yakin kamu pasti tahu apa bedanya jenis dan bentuk.

Bentuk-bentuuk verb dalam bahasa inggris

Meskipun hanya memiliki dua jenis, namun verb dalam bahasa inggris mempunyai sekitar lima bentuk yang berbeda-beda, yaitu: base form, present form, past form, infinitive form, present participle form.

Masing-masing bentuk memiliki arti yang berbeda dan fungsi yang berbeda-beda juga.

Sebagian besar bentuk verb sangat berpengaruh dalam tenses bahasa inggris. Jadi kalau kamu sedang belajar tentang tenses dan sedikit bingung, saya sarankan untuk mempelajari bentuk-bentuk verb terlebih dulu.

Base Form of Verb

Base form atau bentuk dasar dari verb adalah bentuk yang sering dijumpai dalam kamus. Misalnya ketika kamu mencari kata “ate” dalam kamus, biasanya akan ditampilkan bentuk dasar nya yaitu “eat”.

Misalnya base form atau bentuk dasar dari kata “bought” adalah “buy”, lalu “kick” untuk “kicked” dan lain-lain. Singkatnya Base vorm adalah V1.

Dalam prakteknya, ada dua cara untuk menggunakan base form of verb ini.

  1. Base form of verb biasanya digunakan setelah Modal Auxiliary Verb atau Modals verb (Can, Will, May, Should dan Must).
  2. Dalam kalimat perintah. Misalnya: “Drop your stuff! atau Kick the ball!

Present Form

Karena saya bingung bagaimana menjelaskan tentang maksud kata present di sini. Maka saya akan menyebutnya dengan bentuk lazim verb dalam bahasa inggris.

Kenapa bentuk lazim? Karena present form of verb memang yang paling banyak ditemukan maupun digunakan.

Bahkan present form hampir sama bentuknya dengan base form of verb.

Bedanya, dalam present form ini ada tambahan untuk kata kerja yang memiliki subjek berupa kata ganti orang ketiga (third singular pronoun).

Apa sih kata ganti orang ketiga ini? Yup benar! He, she dan it serta nama orang merupakan kata ganti orang ketiga.

Ketika sebuah verb mempunyai subjek dalam bentuk kata ganti orang ketiga (third singular person) maka kita wajib menambahkan huruf “s” atau “es” di akhir verb-nya.

Bingung lagi? Belajar bahasa emang begitu, banyak terminologi yang bikin bingung! 

Biar nggak bingung perhatikan contoh kalimat berikut ini:

He plays the piano nicely (Dia memainkan piano dengan sangat baik)

Dalam kalimat di atas, kata “play” berubah bentuknya menjadi “plays” karena subjeknya adalah “he” atau “dia laki-laki”.

Bagaimana aturan pengunaan akhiran “-s” dan “-es” yang baik dan benar?

Karena kata kerja banyak sekali jumlahnya, pasti pusing kalau harus memikirkan verb mana yang menggunakan “-s” dan mana yang menggunakan “-es”

Biar ngga pusing, catat aturan yang berlaku di bawah ini:

  1. Kalau verb-nya memiliki akhiran suara yang berdesis saat diucapkan (s, z, ch, x, sh, tch, j) maka tambahkan “-es” di akhir verb-nya, kecuali untuk verb yang diakhiri dengan huruf “e” maka hanya ditambahkan “-s” saja.
    Contohnya: class -> classes (clasiz), place -> places(pleiciz).
  2. Kalau verb-nya memiliki akhiran suara yang jelas saat diucapkan (p, t, ck, k, dan gh), tambahkan “-s” di akhir verb-nya. Contoh: help -> helps, select -> selects. Huruf “-s” di akhir kalimat dibaca dengan jelas. 
  3. Kalau verb-nya diakhir dengan huruf b, d, l, m, n, w, dan r maka diakhiri huruf “-s” dan dibaca menjadi /z/. Contoh: absorb-> absorbs (absorbz), run -> runs (ranz).
  4. Kalau verb-nya memiliki akhiran “-y” maka huruf “-y” nya diganti menjadi “-ie” dan diakhiri oleh “-s”. Contoh: cry -> cries, 
  5. Kalau verb-nya diakhiri huruf “-o” maka tambahkan akhiran “-es” pada verb-nya. Contoh: do -> does. 

Kelihatannya memang rumit, belibet, runyam, pusing, banyak yang harus diketahui, tapi sebenarnya nggak begitu.

Kuncinya setiap mau menambahkan akhiran “-s/-es” coba sebutkan dulu katanya. Misalnya mau merubah kata “absorb” coba sebutkan dulu mana yang lebih nyaman didengar dan diucapkan antara “absorbs” dan “absorbes”. 

Jangan lupa terus praktekan apa yang sudah kamu pelajari, buat dirimu terbiasa menggunakan bahasa inggris.

Past Form

Kalau present form merupakan bentuk lazim dari verb dalam bahasa inggris, maka past form akan lebih mudah dikenal jika saya menyebutkan tentang regular dan irregular verb. 

Kamu sering pusing membedakan apa yang dimaksud regular dan iregular verb? Atau mungkin kamu pusing membedakan “think” dan “thought”? Atau malah kamu kesulitan menghafal daftar verb dalam regular dan irregular verb?

Tenang, kamu sebenarnya nggak harus menghafalkan setiap bentuk regular dan irregular yang ada.

Karena meskipun kelihatannya membingungkan, ada aturan dalam penggunaan regular dan irregular verb.

Regular verb

Contoh dari regular verb dalam kamus-kamus bahasa inggris biasanya ditulis seperti ini

open – opened – opened 

Penggunaan akhiran “-d” dan “-ed” ngga sembarangan asal ditulis saja, tetap ada aturan yang berlaku. Dalam regular verb, peraturannya seperti ini:

  1. Jika verb-nya diakhiri dengan huruf “e” maka akhiran yang ditulis hanya “-d” saja.
    Contoh: vote -> voted
  2. Jika verb-nya diakhiri selain huruf “e” maka akhiran yang ditulis adalah “-ed”. Contoh: open -> opened
  3. Jika saat diucapkan, verb-nya diakhiri dengan suara t dan d, maka “-ed” diucapkan menjadi “id”. 
    Contoh: adopt -> adopted dibaca adoptid
  4. Jika saat diucapkan verb-nya diakhiri dengan suara selain t dan d, maka akhiran “-ed/-d” dibaca menjadi “t”.
    Contoh: attack -> attacked dibaca attack(t).
    Aturan ini biasanya berlaku untuk verb yang memiliki akhiran p, ck, k, s, sh, ch, tch, x, f, atau gh.
  5. Jika verb-nya diakhiri huruf b, g, z, j, m, n, l, atau r, maka akhiran “-ed/d” dibaca menjadi “d”.
    Contoh: kill -> killed dibaca kill(d)

Pusing? Coba kamu cari di youtube tentang cara mengucapkan “ed/d” dalam regular verb. Dengan begitu akan jadi lebih jelas lagi. Sekali lagi, biasakan dirimu dengan penggunaan “ed/d” dalam regular verb, jangan menghafalkannya.

Irregular Verb

Untuk irregular verb ngga ada peraturan bakunya sih, tapi bukan berarti nggak bisa kamu kuasai.

Dalam irregular verb, coba kamu pilih secara acak lima buah verb kemudian cari dan tulis bentuk irregular verb-nya lalu hafalkan dan buat menjadi kalimat.

Ini cara bagaimana saya membiasakan diri dengan irregular verb di kampus dulu hehehe

Infinitive

Infinitive form biasa juga dikenal dengan sebutan “to infinitive” yang berasal dari aturan baku bahwa setiap verb yang mengikuti kata “to” harus ditulis atau diucapkan dalam bentuk aslinya (base form of verb).

Contohnya: to follow, to like, to read, etc.

Dan tidak ada pengecualian dalam hal ini.

Present Participle

Present participle atau biasa disebut dengan “-ing form” oleh banyak orang, yang berarti menambahkan “ing” di akhir verb-nya.

Aturan penempatan “-ing” yang berlaku adalah seperti ini:

  1. Jika verb-nya diakhiri dengan huruf t, g, p, r, dan d, maka huruf terakhir tersebut harus dibuat menjadi dua.
    Contoh: bet -> betting, drop -> dropping. 
  2. Jika kamu menemukan verb dengan akhiran huruf “e” namun ketika diucapkan “e” tersebut hilang, maka ketika diubah menjadi “ing form” hilangkan “e” nya dengan cara menimpanya dengan “-ing”.
    Contoh: observe -> observing (huruf e hilang, langsung digantikan dengan akhiran “-ing”).

Pernahkah kamu mendengar orang mengatakan “keep smile” kepada mu?

Ternyata menurut aturan grammar bahasa inggris, yang benar bukan seperti itu. Namun “keep smiling”. Karena verb setelah keep wajib diubah ke dalam “ing form”.

Pusing ngga? hehe

It’s okay, karena semua orang juga sama pusingnya saat mempelajari grammar. Itulah kenapa saya menyatukan semua jenis dan bentuk verb ke dalam satu halaman.

Fungsinya agar kamu bisa lebih mudah dalam mencari maupun mencatat.

Ketika mempelajari grammar, usahakan latih kemampuanmu dengan mengerjakan soal-soal yang bisa kamu temukan di buku atau sumber-sumber lain.

Atau coba cek tab “kuis” di bagian kanan atas blog ini, bisa juga kamu klik di sini

Dengan cara seperti itu, kamu bisa memahami yang kamu pelajari dan menangkap ilmunya. Nggak cuma hafal sebentar saja.

Sekian pembahasan tentang verb dalam bahasa inggris kali ini, silahkan bertanya di kolom komentar jika ada yang ingin kamu tanyakan.

Terima Kasih sudah datang berkunjung 🙂

Refferensi:

Longman English Grammar (2003). L. G. Alexander.

The Big Book of English Verb (2009) Lester, Mark., Franklin, Daniel., Yokota, Terry.

Previous

Memahami Grammar Bahasa Inggris Lebih Dalam Lagi

Mari Belajar Pronoun Bahasa Inggris Secara Lengkap

Next

Tinggalkan komentar